Kegiatan Rutinitas Menyadap Pohon Karet Di Kampung Batang Hari

 

Tanaman karet yang siap untuk disadap

Tulangbawang-batanghari-rawapitu.co.id Rabu 8 Januari 2019 Tepatnya diawal tahun Penduduk kampung Batang hari melakukan Rutinitas seperti biasa yaitu kegiatan sekaligus mencari sandang pangan untuk menafkahi keluarga tercintanya. Ya, salah satunya pohon karet merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat. Tanaman karet merupakan tanaman yang memiliki batang yang tegak lurus dengan cabang-cabang dan disertai dengan daun yang sedikit panjang. tanaman karet ini memiliki ketinggian sekitar 15-20 meter untuk siap disadap dan umurnya sekitar 5 tahun. Getah yang banyak dihasilkan jika tanaman karet dipupuk selama 3 Bulan sekali dengan pupuk mutiara dan phoska dan lain-lain.

Tanaman karet memiliki sifat gugur daun sebagai respon tanaman terhadap kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan (kekurangan air/kemarau). Pada saat ini sebaiknya penggunaan stimulan dihindarkan. Daun ini akan tumbuh kembali pada awal musim hujan. Nah, pada saat bulan januari inilah tanaman karet sudah mulai subur dan buahnya pun semakin banyak. Untuk buahnya tersendiri belum ada penemuan untuk pemanfaatannya karena buahnya mengandung rasa yang pahit ketika dimakan. Dahulu pernah ada warga yang mencoba untuk mengolahnya dengan cara merendam selama 4 malam setelah itu dibersihkan dan dimasak tetapi belum ada hasil yang baik karena rasanya pun masih tetap pahit dan kurang sedap.

 

 

Foto proses penyadapan getah karet setelah disadap

(Dokumen:batanghari-rawapitu.co.id by Dwis)

 

Setelah melakukan kegiatan menyadap tanaman karet maka yang dilakukan para petani karet ialah menyadap selama 5 kali selama 10 hari karena waktu menyadapnya mereka beri 1 (satu) hari untuk senggang tidak menyadapnya. Apabila sudah 5 kali penyadapan maka dilakukan pengambilan getah-getah karet dengan cara mengambilnya dan dikumpulkan terlebih dahulu dalam ember setelah itu baru dimasukkan ke dalam karung untuk dikemas dan dijual. Jika musim kemarau getah karet pun makin sedikit karena asupan air ke tanaman karet kurang, sedangkan musim penghujan seperti sekarang ini getah sudah mulai banyak namun, untuk mencari sela meyadap sedikit mengalami kesulitan karena getah banyak keluar jika dipagi hari sebelum matahari mulai panas. Sekarang ini musim penghujan, jika mau menyadap pagipun tidak bisa karena tanaman karet basah , jika pohon karet disadap pada saat basah maka getah yang keluar akan sedkit dan mengalami kerusakan pada epidermis kulit karet.

Menyadap diberi senggang waktu sehari karena tanaman karet diberi obat yang namanya etrel, poles dan sebagainya yang tujuannya untuk memperderas getahnya. Dan untuk penggunaan obat untuk getahnya ini memang sedikit terlihat keras karena jika pengobatan ini tidak diimbangi dengan pemupukan maka getahnya pun akan mengalami pemberhentian getah yang sangat cukup cepat dan sadis.

Untuk harga jual karet untuk sekarang ini sudah mulai membaik dibandingkan waktu yang telah berlalu. Dulu harga karet masih sangat baik dan ditengah perjalanan banyak warga yang sudah mulai menyadap dari situlah harga mulai turun dan sekarang ini banyak sekali tanaman karet yang ditebang dan diganti dengan tanaman sawit serta sebelum tanaman sawit besar maka diselingi dengan tanaman singkong.

Tanaman Karet super

(Dokumen:batanghari-rawapitu.co.id by Dwis)

Untuk medapat getah yang baik atau banyak maka diperlukan tanaman atau pohon karet yang super terbaik, dan untuk mendapat tanaman terbaik maka dilihat dari awal pembibitannya. Biasanya untuk bibit tanaman karet yang hanya asal menanam bisa dibilang hanya mengambil bibit yang tumbuh disembarang tempat maka hasilnya getah pun akan sangat beda dengan bibit yang berasal dari stek atau beli ditempat pembibitan. Jika memiliki bibit yang super dan perawatannya pun baik maka hasil untuk kedepannya pun akan banyak sekali getahnya. Karena subur dan tidaknya tanaman karet terlihat dari Batang, daunnya sangat hijau serta rimbun dan akar yang sangat banyak.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan