Cerita Seru di Keluarga Besar kelas IX SMPN Satap 1 Rawa Pitu Menuju Ke Slanik Waterpark

 Tulangbawang- batanghari-rawapitu.desa.id | Minggu, 6 januari 2018. Siswa-siswi SMPN Satu Atap 01 Rawa Pitu mengikuti kegiatan Study tour menuju SLANIK WATERPARK di Jl Raya Karang Anyar, Jl. Karang Turi, Karang Anyar, Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. masa-masa Sekolah menengah Pertama (SMP) ya… masa-masa sekolah yang paling indah dan menyenangkan, banyak sekali kejadian disana dari kita mulai berantem, rebutan pacar, bersifat egois, suka nyotek, dan ada satu hal lagi yang paling seru yaitu bolos sekolah bersama-bersama. Ya mungkin masa-masa ini akan segera terlewatkan karena dengan sebentar lagi akan dilaksanakan ujian dan kelulusan. Kami semua mempunyai ide agar keakraban kita tetap berjalan dengan baik yaitu dengan cara usulkepada guru agar diadakan Study Tour. Study Tour memang menjadi salah satu impian bagi siswa-siswi karena dengan berwisata mereka mendapat pengetahuan baru, pengalaman yang menyenangkan bahkan menyedihkan. Menyenangkannya ketika kita happy dengan suasana perjalanan dan tempat wisata serta paling tidak menyenangkannya ialah pada saat diperjalanan mengalami mabok berat atau tidak tahan dengan Ac.

Study tour kali ini selain bertujuan untuk berwisata ataupun menambah pengalaman serta pengetahuan yang pada intinya ialah Siswa-siswi kelas IX ini hajatnya dengan semboyan perpisahan. Karena mereka beranggapan bahwa dengan mereka mengadakan Jalan-jalan seperti ini keakraban mereka akan semakin bertambah erat dan akan sulit untuk saling meninggalkan satu sama lain. Karena setelah dari masa-masa Sekolah menengah Pertama (SMP) ini akan menjadi kenangan yang terindah dan tak mungkin untuk diulang kembali.

 

Foto bersama siswa-siswi satap dan dewan guru

Jumlah siswa-siswi Satap yang mengikuti wisata berjumlah 37 orang sebenarnya ada 34 siswa namun 2 orang berhalangan tidak ikut jalan-jalan dikarenakan ada hal yang tidak bisa ditinggalkan, sedangkan pendamping 7 dan ada 2 orang sebagai pengemudi Bus yang disebut dengan Pak supir dan kernet. Keluarga Besar SMP Satap berwisata ke Slanik Waterpark dengan sangat penuh perjuangan. Kenapa dikatakan seperti itu, mereka rela mengendarai motor pukul 20.00 menuju lapangan wonorejo, karena mobil Bus yang kita naiki tidak bisa masuk kedaerah kami karena Jalan yang tidak menungkinkan. Kami semua menunggu dan menunggu hingga terasa jenuh karena Bus yang tak kujung datang, setelah beberapa jam kemudian tiba-tiba pukul 23.00 bus pun datang dan seketika itu pula SIswa-siswi sangat senang dan langsung mengambil tas Ranselnya yang berisi dengan baju renang yang sudah disiapkan dari siang tadi.

Setelah mereka menaiki Bus dan baru saja mobil berjalan beberapa jam tiba-tiba sudah ada siswa kita yang mengalami mabok berat yang bernama Wisnu Arya Saputra yang merupakan siswa kita. Dan berlanjut-lanjut dan pada akhirnya menular ke teman-temannya. Dengan berjalannya dan berdetiknya waktu yang terus memutar Keluarga besar Satap telah sampai di Masjid Taqwa Metro pukul 04.30 dan menjalankan ibadah shalat shubuh berjamaah. Dan setelah itu dilanjutkan dengan jalan-jalan pagi memutari dan mengelilingi Taman kota Metro yang sangat Indah. Waktupun menunjukan pukul 07.00 dan semua digiring oleh para pendamping untuk segera menaiki Bus Pariwisata dengan tujuan agar kita segera sampai ke tempat wisata yaitu SLANIK WATERPARK tepat waktu dan bisa puas bermain disana.

foto pada saat di Slanik Waterpark

Siswa-siswi disini sangatlah merasa senang karena mereka jarang sekali bahkan bisa dikatakan tidak pernah selama dia segede sekarang ini pergi ke Waterpark mereka hanya mandi dan berenang di kali atau sungai depan Rumah mereka masing-masing. Mereka sangat menikmati sekali berbagai wahana permainan yang di Slanik waterpark ini, dari mulai Prosotan tingkat sedang atau rendah sampai prosotan tingkat paling mengerikan pun mereka mencobanya. Selain prosotan tersebut ada wahana yang paling menarik dan seru yaitu wahana Ombak buatan dan ombak buatan ini pun waktunya dibatasi tidak setiap jam ada melainkan sekitar 2 jam sekali baru ada dan itupun diawasi oleh pihak yang bekerja di waterpark disana karena ombak buatannya tersebut sangat mengerikan dan besar. Jika diombak buatan ini diwajibkan menggunakan Ban untuk mengapung karena jika tidak menggunakan Ban maka akan tenggelam. Dan untuk sewa bannya pun cukup sedikit mahal dengan tarif Ban besar Rp 50.000 dan ban sedang dan kecil Rp 35.000.

Siswa-siswi karena mereka dari Desa maka mereka berinisiatif dengan cara iuran bersama dan menggunakan Bannya secara bergantian dengan tujuan menghemat biaya ataupun pengeluaran yang ada. Setelah dari beberapa jam berlalu mereka pun uas akan bermain dengan wahana-wahana permainan yang ada, dan tepat pukul 12.00 mereka semua diwajibkan untuk sudah berganti atau bilas dan menuju kearah Bus untuk perjalanan pulang. Dan sebelum pulang kita semua berhenti di pingir pohon karet  untuk makan siang karena nasinya box bukan di rumah makan. Setelah selesai kita melanjutkan perjalanan pulang dan berhenti sejenak untuk melakukan shoping-shoping atau berbelanja yaitu di PB 21 Metro. Karena perjalanan telah selesai berbelanja pun telah selesai mereka kita semua melakukan perjalanan pulang. Dan anehnya setelah mereka berwisata dan berbelanja didalam Bus sudah tidak ada lagi yang namanya Mabok karena obat mabuknya Refresing dan itu Top Cer banget. Dan puji syukur siswa-siswi mendarat dengan selamat tepat pukul 23.00 telah sampai di Lapangan Wonorejo dan disambut oleh para orang tua tercinta yang akan menjemput.

(Dwi/Bth)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan