Jalan Bagaikan Bubur Sum-sum yang Lezat

 

Tulang Bawang – batanghari-rawapitu.desa.id Kamis 06|12|2018 Jalan merupakan  prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Di kampung Batang Hari khususnya jalan Srikandi 2 ini merupakan jalan menuju kantor kecamatan yang menghubungkan dari arah kampung Andalas Cermin ke Batang hari.

Jalan Srikandi 2 ini ialah jalan umum yang selain untuk kendaraan roda 2 sepeda motor juga untuk kendaraan roda 4 yaitu mobil truck dengan membawa segala macam hasil panen para petani. Hasil panen diantaranya ialah Karet, sawit dan singkong, sedangkan pada musim seperti ini petani mulai berkeluh kesah karena dengan jalan yang semakin Rusak  akan membuat harga-harga menjadi turun drastis dari yang tadinya harga karet Rp 9.000 sekarang menjadi Rp 6500 dan begitu juga harga sawit dan singkong.

 

Posisi jalan arah kecamatan Rawa pitu

Posisi Jalan ini sebenarnya baru hujan baru sekitar 1 minggu karena banyaknya pengemudi yang lewat dan yang berkepentingan untuk pergi maka jalan semakin hancur. Bagaimana tidak mobil besar truck yang membawa beban yang berat dengan keadaan jalan yang becek dan semakin hancur.  Belum lagi dengan orang-orang yang mempunyai berprofesi sebagai pedagang mereka harus pagi buta sudah pergi kepasar selain para pedagang Anak-anak sekolah pun melewati jalan tersebut untuk menuju sekolah SMA Negeri 1 Rawa pitu.

Sebelum turun hujan sebenarnya jalan ini selalu dan selalu digerakkan kegiatan gotong royong oleh warga yang di bimbing oleh kepala kampung kita Minanto. Warganya juga selalu bersemangat dengan apa yang diperintahkan oleh kepala kampung karena dengan mereka bergotong royong jalan semakin mudah untuk dilewati tetapi ketika musim hujan seperti ini ketika hujan jika di timbun tanah maka akan semakin hancur jalan malah seperti sawah yang dibajak dan siap di tanam.

jalan becek dan ngelendut

 

Ya begitulah setiap ada orang yang lewat jalan ini sudah pasti berkata jalannya siap ditanami padi sudah seperti dibajak dan diglebek karena keadaannya yang memang seperti sawah. Sebenarnya jalan menuju kecamatan ini bisa bagus jika ada salah satu bantuan untuk memberikan batu atau koral agar jalan ini menjadi mudah untuk menjadi transportasi bersama. Dulu pernah ada bantuan di jalan ini tapi tanah merah dan dengan berjalannya waktu tanah ini lama-lama habis sudah terguyur air hujan yang semakin deras karena posisi jalannya itu tinggi jalan dibandingkan tepinya jadi ketika hujan tanah merah itu hilang dengan sendirinya.

Dengan adanya tanah merah ini sebenarnya sudah sangat membantu untuk melewati jalan ini karena dulu belum ada tanah merah ketika kita berjalan dan musim hujan maka tidak bisa melewati jalan ini karena mbelet, mbelet itu tanahnya it semua lengket diban motor dan motor tidak bisa berjalan sama sekali. Dan dengan berjalannya waktu tanah merah pun datang kekampung kami untuk menimbun jalan kecamatan itu tapi dengan berjalnnya waktu pula tanah itupun lama-lama terkikis habis dengan terbawanya arus air yang mengalir setiap harinya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan