Menyantuni Anak Yatim Piatu

Tulang Bawang – Batanghari Minggu, 30|09|2018 melakukan pengajian rutin di masjid tercibtai kami yaitu di Masijd Jami’. Pengajian Rutin ini yang dilakukan setiap 1 tahun sekali ini dalam rangka untuk memperingati 1 muharom dan selepas dari itu ada acara santunan Anak Yatim Piatu. Pengajian ini dimulai dari pukul 09.30 di isi dengan acara-acara ibuk-ibuk muslimat dengan kosidahan dan dilanjut pukul 10.00 acara inti.

Pada Kesempatan kali ini pembawa acara dibawakan oleh Toha dari kampung batang hari, beliau menyampaikan bahawa acara sepertiini sangatlah baik sekali karena dengan demikian kita semua dapat menyambung tali silahturahmi dan berbuat baik dijalan ALLAH.

suasana pengajian di masjid Jami’

Pengajian kali ini dapat terselenggara dengan baik karena atas kerja sama bersama antara kepala kampung beserta anggota-anggotanya dan masyarakat-masyarakat yang sangat luar biasa. Pengajian dihadiri oleh kepala kampung batang hari Minanto, Ky Muhamad Faisol, Ketua Muslimat Tulang Bawang, serta aparat-aparat Kampung yang mewakilinya. Dalam sambutan Kepala Kampung Beliau menyampaikan bahwa sedikit mengupas tentang tema hijrah ke arah yang lebih baik. Kata dia, untuk mewujudkan kinerja yang cerdas, ikhlas dan tuntas di lingkungan Pemkab Siak harus ditopang oleh motivasi pribadi ASN. Karena itu, perlu peningkatan ibadah untuk mendapatkan pribadi yang baik, jujur, ulet dan taqwa. “Maka, saya mengajak kepada ASN dan masyarakat, bilamana pada tahun 1439 H yang lalu ibadah kita belum sempuŕna, maka pada tahun ini kita harus berupaya menyempurnakannya,” kata dia. Pada bulan Muharam 1440 H, ia mengajak semua jemaah untuk membuka lembaran baru. Kegiatan sehari-hari harus diisi dengan hal-hal yang positif.

Santunan Anak Yatim Piatu

Sudah menjadi tradisi kampung kami yaitu membagi rezeki kepada anak-anak yang lebih membutuhkan memberi santunankepada mereka. Momen pengajian itu juga menjadi kesempatan masyarakat untuk memberikan santunan secara langsung dan sentuhan kasih kepada anak-anak yang harus kehilangan kedua orang tua atau salah satu dari kedua orang tua mereka. Paket santunan yang diberikan terdiri dari uang tunai, makanan, buku, kitab dan lain-lain. Santunan diberikan kepada 10 anak yatim yang berasal dari wilayah dukuh Srandu dan dukuh Clumprit. Ketua panitia, Wanto mengatakan, selain untuk memperingati tahun baru Hijriyah 1440, kegiatan juga memberikan pesan kepada masyarakat akan pentingnya menyantuni anak yatim.

“Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya memelihara anak yatim dan tidak menelantarkan,” katanya. Sementara itu dalam ceramahnya, Ky Muhamad Faisol menegaskan larangan tindakan dholim terhadap yatim. Allah SWT memerintahkan untuk tidak berbuat sewenang-wenang terhadap anak yatim. Itu karena anak yatim berada dalam lindungan-Nya.

penyampaian tuturan Ky Muhamad Faisol

“Celaka bagi mereka yang shalat, tetapi tidak peduli dengan anak yatim piatu. Dengan memelihara anak yatim piatu maka seorang muslim akan meraih kesalehan dalam diri dan sosialnya,” tutur Ky Muhamad Faisol.

Saat ini banyak tersebar keyakinan di masyarakat tentang anjuran menyantuni anak yatim di hari asyura. Apakah benar demikian? Adakah dalil tentang hal ini?

Jawaban:

Terdapat sebuah hadis dalam kitab tanbihul ghafilin:

من مسح يده على رأس يتيم يوم عاشوراء رفع الله تعالى بكل شعرة درجة

Siapa yang mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim, di hari Asyuro’ (tanggal 10 Muharram), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan