Serba-serbi Memeriahkan Hari Kemerdekaan Negara Indonesia

Tulang Bawang – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Rawa Pitu khusunya kampung Batang Hari 17|08|18 melakukan hal berbeda dibandingkan dengan Tahun lalu. Gebrakan yang dilakukan oleh sembilan Kepala Desa yang tersebar di Rawa pitu ini merapatkan agar Tahun ini agenda untuk memperingati 17 an ini harus mendobrak semangat warga. Sehingga hasil dari musyawarah dilakukan gebrakan dengan diadakan upacara bersama di lapangan kecamtan hari, serta diikuti lomba-lomba yang sangat meriah. Diantaranya lomba antar jalur yang dilaksanakan dengan tujuan agar jalur terlihat rapi, bersih, dan nyaman selain itu lomba sepak bola yang diadakan setiap sore hari dari kampung ke kampung.

Lomba yang dilakukan antar Kampung salah satunya jua ialah senam BMW, selain mereka mendapatkan hadiah mereka juga mendapat hadiah kesehatan yang tak bisa mereka beli dengan uang. Lomba senam yang juara 1 dijuari oleh kampung Sumber Agung, dan juara 2 dari kampung Rawa Ragil dan Juara 3 dijuarai oleh kampung Duta Yoso Mulyo. Dari kegiatan diatas banyak diambil hikmahnya karena bisa lebih mengkuatkan tali silahturahmi antar kampung yang pada intinya bersaing sehat.

Peserta senam

Disini peserta lomba senam dibebaskan untuk memilih kostum karena Dewan juri beranggpan dengan adanya bebas ini mereka berharap bahwa peserta dapat lebih kreatif lagi dalam menggunakan kostum secara kompak, serta selain dari kostum peserta juga menggunakan berbagai macam banyak iyel-iyel yang tujuannya agar tidak terlalu monoton senamnya, tidak membosankan, serta yang jelas dapat menambah nilai plus plus dari Dewan Juri.

Peserta lomba menggendong rinjeng dengan keadaan rinjing dibalik

Sedangkan di Balai diadakan lomba menggendong rinjeng dengan keadaan rinjeng terbalik dan peserta di haruskan menggunakan sehelai slendang yang diikatkan dipinggang dengan tujuan seperti tukang Jamu. Antusias warga untuk mengikuti perlomabaan ini sangat tinggi, karena warga merasa penasaran dengan menggendong rijeng kebalik dan pada akhirnya dengan keadaan susah payah dan terengah-engah ada peserta lomba yang berhasil menggendong rinjeng dengan tidak jatuh dan sesuai target.

Selain kegiatan Lomba menggendong rinjeng, adapula kegiatan lainnya seperti Tarik tambang, memasukan paku dalam botol dan lomba karoke. Kepala Desa berkata bahwa Semua kegiatan ini diadakan dengan tujuan agar warga merasa lebih bahagia, gembira dan dapat refresing supaya tidak hanya pergi kekebun saja.

gestrek

Dan yang terakhir ialah lomba gestrek, lomba ini banyak diminati oleh kalangan para anak muda yang hobi dengan balapan motor. Diadakan gestrek ini dilapangan depan kecamatan yang hanya tersedia dipojok lapangan saja, tapi walaupun hanya dipojokan lapangan peminat penonton gestrek ini pun cukup banyak dan sangatlah ramai sekali. Karena mereka Hobi dengan balapan motor dan bahkan Kepala desa pun ikut mencoba mengitari area perlombaan gestrek meskipun hanya satu kali putaran.

meskipun peserta lomba banyak yang jatuh bangun tetapi peserta tidak ada yang mengalami cidera ataupun sampai parah, mereka hanya tergelincir dan lompat dari motor yang mereka kendarai. Bahkan karena semangatnya mereka mengikuti lomba, motor yang mereka gunakan bukan semua motor yang biasanya dipakai untuk balap melainkan motor untuk mengunjal/menguli sawet dan karet.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan