Kerjasama yang Baik anatara Kepala Kampung dan Polres dalam Peringatan Isra Mi’raj

Kepala Kampung beserta anggota polres dan anggota masyarakat

batanghari-rawapitu.desa.id sebagai umat muslim yang baik kita harus saling memperingati hari lahir nabi kita yaitu nabi Muhamad SAW. Kali ini dalam acara ini ada sesuatu yang beda yaitu kerjasama antara Kampung dan Polres setempat. Polres ikut serta dalam memperingati hari lahir nabi besar kita tidak hanya polres Kepala Sekolah  dan guru-guru pun ikut hadir dalam acara tersebut.

Tempat yang disediakan di Masjid Nurul Hikmah

Tempat yang disediakan sekitar 12 plong tarup dan 800 kursi beserta tempat lesehannya dan di dalam masjid juga khusus untuk yang membawa anak-anak kecil. Yang menghadiri pengajian ini sangat diluar dugaan panitia, panitia hanya menyiapkan 800 kursi tetapi masyarakat yang hadir lebih dari 800 orang. Panitia Bapak Wanto sangat berterimakasih dengan bantuan masyarakat karena sudah ikut berpartisipasi dalam acara ini semoga yang membalas ALLAH SWT, Amin.

Pengajian Akbar

dihiasi oleh bunga yang sangat indah seperti memperingati hari lahirnya Nabi kita

Ibu-ibu Muslimat menyanyikan lagu Mars Muslimat

Ibu-ibu muslimat selalu kompak dan bersahaja dengan yang namanya acara pengajian, kali ini ibu kita sedang membawakan sebuah lagu Indonesia raya hadirin pengajian di mohon untuk ikut serta menyanyikannya dan dilanjutkan dengan lagu mars ibu muslimat. Setelah itu acara sambutan-sambutan yang pertama ialah ketua panitia, Kepala Kampung, dan Kepala Polres. selepas itu penceramah Bapak kiyai Jumantoro dari Way Abung memberi materi atau nasihat kepada para masyarakat beserta para pemerintahan.

Suasana dalam pengajian Akbar Allah Maha Adil, Isra Mi’raj menjadi perjalanan wisata batin setelah sekian waktu dirundung duka. Bahwa di balik kedukaan yang mencekam, tersimpan kebahagiaan yang membungkam. Pelajaran terpenting atas pesan ini, Allah selalu menyiapkan lembaran kehidupan yang terbungkus kebahagiaan. Sebaliknya, Tuhan tak senang pada para penggerutu, menyesali diri serta mendekam dalam sesal tak berkesudahan. Sebab itu sama halnya dengan menyumpal pintu kasih sayang Tuhan. ketika Nabi berada pada ‘jarak’ terdekat yang bisa dicapai seorang hamba dengan Allah, apa pun permintaan Nabi sebenarnya bakal dikabulkan. Tapi dalam puncak tertinggi ekstase spiritualnya, Nabi tak meminta agar dikekalkan dalam maqam spiritual tertinggi, guna melepas diri dari tantangan berat di alam dunia. Nabi justru bermohon agar umatnya diselamatkan dari siksaan berat neraka.

Shalat merupakan medium paling efektif dan efisien merawat keintiman dengan Tuhan. Baik untuk tujuan ejakulasi spiritual secara individual maupun untuk memperoleh ilham, motivasi dan kepercayaan diri menghadapi tantangan dunia eksternal yang berat.
Susana ketika Ibu-ibu lesehan mengadiri pengajian
Karena itu, hanya orang yang mampu menjaga hubungan vertikal dan horizontalnyalah yang bisa mencapai kegemilangan hidup. Seorang pemimpin yang hendak mencapai kemenangan serta kegemilangan, tapi tidak konsisten berkomunikasi dengan Tuhan sesungguhnya hanyalah seorang pemimpi. Pergumulan kental dalam dimensi perebutan popularitas dan elektabilitas sungguh tak cukup untuk diandalkan. Masih ada Tuhan yang menjadi penentu atas segalanya. Dan shalat adalah cara manusia membisikkan seluruh hasrat yang hendak direngkuhnya. Mari Isra-kan raga, Mi’raj-kan jiwa….

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan