JURUS AMPUH UNTUK PENYULUH DARI BAPAK GANJAR JATIONO (Kabid Desiminasi Informasi Lampung)

 

Bandar Lampung 5/11/2017

Hari keempat BIMTEK Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu 2017 di Hotel YUNNA Bandar Lampung dibuka dengan pemberian jurus jitu dari Bpk Ganjar jationo yang menjabat sebagai Kabid Desiminasi Informasi Lampung. Beliau memberikan wawasan kepada pada peserta BIMTEK Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu 2017 bagaimana profil para penyuluh dengan menjelaskan  tetang cara mengkolek informasi yang akan membantu para penyuluh untuk melaksanakan tugasnya di tiap desa yang menjadi prioritas Desa Broadband Terpadu 2017. Para penyuluh dituntut untuk lebih membuka diri dengan masyarakat agar dapat lebih mudah menyalurkan program Desa Broadband Terpadu 2017.

Para penyuluh diharapkan akan mampu menjadi pribadi yang memiliki beberapa potensi yang dapan menunjang kinerjanya antara lain

  1. menetralisir informasi dan membedakan informasi yang benar dan tidak tanpa ikut serta di dalamnya agar dapat membantu memperbaiki kesalahpahaman tersebut.
  2. Komunikatif dan pintar berbicara tanpa melupakan kewajiban untuk mendengarkan orang lain
  3. Menetralisir, memberdayakan kemampuannya dalam program penyuluhan
  4. Berpikir netral dan bertindak dengan cepat dan nyaris tak terdengar tapi dapat dirasakan
  5. Menengahi masalah dan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan diri

Bapak Ganjar Jationo juga menjelaskan bahwa ada beberapa azas PerMenDes seperti Azas Recognisi atau pengakuan (mengakui kembali hak asal usul desa) dalam azas ini mekanisme yang di pakai adalah “desa membangun” yang artinya pemerintahan desa membangun desanya sendiri. Ada pula Azas Subsidiaritas yang menggunakan mekanisme “membangun desa” artinya desa dapat bekerja sama dengan pihak swasta yang ingin berinvestasi di desa, dengan dinas terkait seperti kecamatan, kabupaten, provinsi atau kementrian yang akan membantu desa untuk berkembang lebih baik.

Beliau memberikan kesempatan kepada para peserta BIMTEK Desa Broadband Terpadu 2017 untuk bertanya dan menyampaikan beberapa keluhan yang di alami para peserta BIMTEK Desa Broadband Terpadu 2017. Salah satu pertanyaan atau penyataan yang disampaikan para peserta adalah “bagaimana cara penyuluh untuk menghadapi aparat desa atau masyarakan yang sulit diajak kerja sama untuk menyelenggarakan program penyuluhan Desa Broadband Terpadu?”  jawaban yang sangat memuaskan dari Bapak Ganjar Jationo adalah “langsung berikan saja SK dari SEKDA kalau tidak mau bekerja sama laporkan ke KOMINFO, sudah cabut saja bantuan PSAT dari kominfo dan cabut SK Desa Broadband Terpadu” tegasnya menutup pembukaan BIMTEK Desa Broadband Terpadu 2017 pada hari keempat.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan